Bagian: Mengatasi masalah di antara sesama saudara seiman
1 Saya juga mendengar bahwa di antara kalian pernah terjadi perkara, dan kalian mengadilinya dengan bantuan orang luar yang bukan saudara seiman. Lancang sekali! Berani-beraninya kalian membiarkan dirimu dihakimi oleh orang kafir! Mengapa kalian tidak meminta bantuan salah satu anggota jemaat, sesama orang yang sudah disucikan Allah? 2 Seharusnya kalian tahu bahwa kita, umat yang sudah disucikan, akan menghakimi dunia ini, bahkan menghakimi para malaikat! Nah, karena kita kelak menjadi hakim atas orang-orang duniawi, mestinya kalian bisa menyelesaikan perkara-perkara ringan yang berkaitan dengan urusan biasa di antara jemaatmu sendiri! 4 Lantas mengapa, sewaktu kamu mempunyai perkara dalam hal-hal duniawi, kamu membawanya kepada hakim yang bukan saudara seiman? Itu perbuatan bodoh! 5 Seharusnya kamu merasa malu! Apakah tidak ada seorang pun di antara kalian yang cukup bijak untuk mengadili perkara-perkara di antara saudara-saudari seiman?! 6 Tetapi kamu malah memperkarakan saudara seimanmu ke hadapan orang luar yang tidak percaya Kristus! 7 Dengan adanya perkara di antara kalian pun, itu sudah salah. Seharusnya kamu saling mengalah, bukan berselisih. Maafkanlah orang yang bersalah terhadapmu. Relakanlah dirimu dirugikan. 8 Tetapi kamu sendiri malah berbuat salah dan merugikan orang lain, bahkan saudara-saudari seimanmu! 9 Ingatlah bahwa orang-orang jahat tidak akan menjadi warga kerajaan Allah! Jadi, jangan menipu diri sendiri! Yang tidak akan masuk ke dalam kerajaan Allah adalahorang-orang yang melakukan percabulan, menyembah berhala,
berzina, melakukan segala macam perbuatan homoseksual,
orang serakah, pencuri,
pemabuk, pemfitnah, dan penipu. 11 Memang di antara kalian ada yang dulunya hidup seperti itu! Tetapi sekarang kalian sudah dibersihkan, disucikan, dan dibenarkan di hadapan Allah karena bersatu dengan Penguasa kita Yesus dan dengan Roh dari Allah kita.