Bagian: Persembahan panen
1 Selanjutnya Musa mengajarkan kepada umat Israel, “Sesudah kamu sekalian menempati negeri yang TUHAN Allah kita berikan sebagai milikmu turun temurun, 2 kamu harus mengambil sebagian dari setiap jenis hasil panen pertama di negeri itu setiap tahun, menaruhnya ke dalam sebuah keranjang, dan membawanya ke tempat penyembahan TUHAN, yaitu tempat yang akan ditentukan-Nya. 3 Katakanlah kepada imam yang bertugas saat itu, ‘Dengan persembahan ini, saya menyatakan kepada TUHAN Allah bahwa saya sudah masuk ke negeri yang Dia janjikan kepada nenek moyang kita untuk diberikan kepada kita.’ 4 Imam itu akan mengambil keranjang itu dari tanganmu dan meletakkannya di depan mezbah kurban TUHAN. 5 Kemudian ikutilah ucapan imam yang berdoa sebagai berikut,‘Ya TUHAN, nenek moyangku Yakub adalah pengembara dari negeri Aram. Dia bersama keluarganya pergi ke Mesir dan menetap di sana sebagai pendatang. Jumlah mereka sedikit ketika mereka pergi ke Mesir, tetapi di sana mereka menjadi bangsa yang besar, kuat, dan banyak jumlahnya. 6 Ketika orang-orang Mesir menindas dan memaksa keturunan Yakub menjadi budak hingga mereka sengsara, 7 mereka berseru minta tolong kepada-Mu. Ya TUHAN Allah, Engkau mendengar seruan mereka dan melihat bagaimana mereka menderita, bekerja berat, dan tertindas. 8 Maka dengan kekuatan dan kuasa-Mu yang besar, Engkau melakukan keajaiban-keajaiban sehingga orang Mesir sangat takut, dan Engkau membawa kami umat-Mu keluar dari Mesir. 9 Lalu Engkau membawa kami ke negeri ini dan memberikan negeri yang sangat subur ini kepada kami. 10 Jadi sekarang, ya TUHAN, lihatlah aku membawa hasil panen pertama yang Engkau berikan kepadaku.’
Sesudah mengucapkan doa ini, sujudlah menyembah TUHAN Allahmu di situ. Demikianlah kamu akan meninggalkan keranjang itu dengan persembahan hasil panenmu yang pertama di hadapan-Nya. 11 Kemudian adakanlah perjamuan untuk bersukacita atas semua berkat yang TUHAN Allahmu berikan kepada kamu dan keluargamu. Undanglah juga para pendatang dan orang suku Lewi yang tinggal di kotamu.”