Ketik referensi lalu tekan Enter
“Betapa indahnya kedatangan orang-orang yang diutus untuk menyampaikan Kabar Baik tentang cara berdamai dengan Allah.” 16 Jadi, orang-orang menjadi percaya karena mereka mendengar berita keselamatan dari Allah. Dan mereka mendengar berita itu karena ada orang yang menyampaikannya. Tetapi tidak semua orang siap menerima Kabar Baik itu, khususnya orang Yahudi. Itulah sebabnya Nabi Yesaya mengeluh kepada TUHAN mengenai bangsa itu,
“Aneh, hampir tak ada orang yang mempercayai berita yang Engkau suruh aku sampaikan ini,
meski disertai dengan bukti tindakan-Mu yang berkuasa.” 18 Tetapi sekarang, apakah mereka bisa mengatakan bahwa mereka belum sempat mendengar Kabar Baik? Sebenarnya tidak bisa, karena berita tentang Kristus sudah sangat tersebar, seperti yang tertulis dalam Mazmur,
“Matahari, bulan, dan semua bintang menyuarakan
berita tentang Tuhan ke seluruh pelosok.” 19 Kalau begitu saya bertanya lagi: Mengapa begitu banyak orang Israel sulit mempercayai Kabar Baik? Pertama, kita perlu mengingat bahwa Allah sudah berkata melalui Musa,
“Aku akan membuat kalian iri hati
ketika Aku memberkati bangsa-bangsa lain yang kalian anggap tidak berguna.
Dan untuk membuat kalian marah,
Aku akan memakai bangsa yang dulu tidak mengenal-Ku.” 20 Kemudian Nabi Yesaya dengan berani menyampaikan perkataan Allah ini,
“Bangsa-bangsa yang dulu tidak mencari Aku
akan menemukan Aku.
Dan Aku akan menyatakan diri kepada orang-orang
yang tidak mengenal Aku.” 21 Sedangkan mengenai orang Israel, Allah berkata,
“Sudah terlalu lama Aku mengulurkan tangan-Ku dan menunggu mereka kembali kepada-Ku,
tetapi mereka tetap mengeraskan hati dan tidak mau taat kepada-Ku.”
Pengaturan baca